Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keberkahan Mencium Tangan Guru

In frame: Pondok Pesantren Dar El-Wihdah, Sragen, Jawa Tengah

Kita ingin mencium tangan Baginda Nabi Muhammad ﷺ, tetapi kita hidup jauh sekali dari Baginda Nabi ﷺ sedang beliau telah wafat. Bagaimana caranya?

Caranya yaitu dengan mencium tangan guru-guru kita, maka cium tangan kita sampai kepada Rasulullah ﷺ. Guru kita mencium tangan kepada guru-gurunya lagi (para ulama), para ulama mencium tangan para Tabi'ut Tabi'in, kemudian Tabi'ut Tabi'in mencium tangan para Tabi'in, kemudian Tabi'in mencium tangan para Shahabat r.hum, kemudian para Shahabat r.hum mencium tangan Baginda Rasulullah ﷺ. Begitu terus ciuman tangan guru kita mutawatir (bersambung) sampai kepada Baginda Nabi ﷺ.

Maka dari itu, sudah sepatutnya seorang murid menghormati guru. Jika seorang murid menyakiti hati gurunya maka ia telah menyakiti hati Baginda Nabi ﷺ.

Catatan dahulu masa mondok, nasihat Syaikhi wa Ustadzi
Ust. Miaji Mehrab Hafizhahullah Ta'ala.
Umar Abdul Aziz
Umar Abdul Aziz Hanya seorang Bloger biasa yang fakir ilmu. Alumni Ponpes Ma’had El-Wihdah, dan sekarang mengabdi di Ponpes Markaz Syariah

Posting Komentar untuk "Keberkahan Mencium Tangan Guru"